Karya Tulis Ilmiah Tentang Lingkungan Hidup
karya tulis ilmiah tentang lingkungan hidup
1. karya tulis ilmiah tentang lingkungan hidup
tolong pertanyaanya yg jelas
2. 1. kalimat berikut yg merupakan kalimat tujuan dalam karya tulis ilmiah adalah ...a.oleh karena itu,penulis berpendapat bahwa kajian yg lebih mendalam terhadap masalah ini amatlah penting untuk dilakukan b.potensi pemula sebagai modal pembangun bangsac.mendeskripsikan kategori - kategori moral yg tertuang dalam karya sastra Melayu Islamd.masyarakat harus menjaga kelestarian lingkungan hidupe.masalah apa saja yg terjadi dalam lingkungan hidup?2.Bagian karya tulis ilmiah yg berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah,terkait dengan rumusan masalah atau penulisan yg dikemukaran pada bab pendahuluan adalah ...a.pembahasanb.metode penelitianc.rumusan masalahd.latar belakang masalahe.simpulan
Jawaban:
1. c. mendeskripsikan kategori-kategori moral yang tertuang dalam karya sastra melayu islam
2. d. latar belakang masalah
3. 1. kalimat berikut yg merupakan kalimat tujuan dalam karya tulis ilmiah adalah ...a.oleh karena itu,penulis berpendapat bahwa kajian yg lebih mendalam terhadap masalah ini amatlah penting untuk dilakukan b.potensi pemula sebagai modal pembangun bangsac.mendeskripsikan kategori - kategori moral yg tertuang dalam karya sastra Melayu Islamd.masyarakat harus menjaga kelestarian lingkungan hidupe.masalah apa saja yg terjadi dalam lingkungan hidup?2.Bagian karya tulis ilmiah yg berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah,terkait dengan rumusan masalah atau penulisan yg dikemukaran pada bab pendahuluan adalah ...a.pembahasanb.metode penelitianc.rumusan masalahd.latar belakang masalahe.simpulan
Jawaban:
A
Penjelasan:
karena kalimat di option A yang menjelaskan pertanyaan
4. Bacalah dengan cermat wacana di bawah ini, kemudian tentukan judul yang tepat bagi wacana tersebut dan buat ringkasan/ikhtisarnya. Bacaan Dalam budaya modern ini, remaja dihadapkan pada berbagai tantangan untuk melakukan hal-hal kreatif. Salah satu tantangan itu adalah membiasakan diri menulis, baik karya ilmiah popular maupun karya kreatif (fiksi). Ini perlu dilakukan untuk menghindari anggapan bahwa bangsa kita adalah kumpulan masyarakat yang lebih gemar menonton, ngerumpi, dan asing terhadap kebiasaan menulis. Padahal kebiasaan menulis akan membuat kita lebih kritis. Untuk bisa menulis, kita dituntut menemukan ide baru dan meningkatkan kemampuan dalam memahami segala sesuatu di sekitar kita. Setidaknya ada enam manfaat yang bisa dipetik dari kebiasaan menulis; pertama, sebagai sarana untuk mengungkapkan diri; kedua, untuk meningkatkan pemahaman terhadap sesuatu; ketiga, untuk melahirkan/mengungkapkan kepercayaan diri; keempat, untuk meningkatkan kesadaran atas lingkungan; kelima, untuk menumbuhkan semangat agar selalu memperbaiki diri, dan; keenam, untuk memperbaiki kemampuan dalam menggunakan bahasa atau menguasai unsur-unsur kebahasaan. Dengan kata lain, melalui aktivitas menulis kita dapat mengungkapkan segala sesuatu yang kita rasakan atau pikirkan, bersedia membuka diri dengan bertanya kepada teman, guru pembimbing atau datang ke perpustakaan untuk memperoleh sumber-sumber bacaan. Banyak orang beranggapan bahwa hal tersulit dalam menulis adalah saat memulai, memikirkan apa yang akan ditulis, dan bagaimana harus menuliskannya. Menentukan apa yang akan ditulis sesungguhnya tidak terlalu sulit karena banyak hal yang bisa kita jadikan bahan tulisan. Dengan kata lain, menulis sesungguhnya adalah upaya mengekspresikan apa yang kita lihat, alami, rasakan, dan pikirkan ke dalam bahasa tulis. Tentu saja untuk menyajikan tulisan yang bagus, kita harus memilih bahan yang bagus pula, tidak boleh asal-asalan. Bahan-bahan yang bagus itu bisa kita dapatkan dengan “menggumuli’ berbagai teks kehidupan yang begitu luas dan beragam, seperti teks bacaan atau literatur (buku, Koran,/majalah, jurnal, internet). Selain itu, mungkin saja bahan tulisan itu berasal dari kejadian atau peristiwa yang kita alami dan rasakan. Berdasarkan teks kehidupan yang sangat beragam tersebut, kita dapat menemukan ide, gagasan, inspirasi untuk membuat sebuah tulisan. Nah, dari sinilah sesungguhnya proses kreatif (menulis) itu di mulai.
membiasakan diri menulis dalam budaya modern
maaf kalau enggak sesuai kreatifitas yang perlu di kembangkan.. itu untk judul nya.... smoga membantu...
5. Banyaknya penggunaan kendaraan bermotor yang mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya. “Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang besar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat polusi dari asap kendaraan bermotor yang telah berkembang pesat ini.” (Bapedal, 1998). Kendaraan bermotor kini merupakan hal yang sangat lazim kita saksikan di sepanjang jalan raya. Mulai dari kendaraan roda dua sampai roda empat, mulai dari kendaraan umum sampai kendaraan pribadi. Tentunya kendaraan bermotor ini mengeluarkan asap yang mengandung CO2, yaitu hasil pembakaran yang tidak sempurna sehingga dapat mengganggu proses pernapasan. Di samping itu, asap kendaraan bermotor juga dapat menyebabkan polusi udara yang sangat mencemari dan merusak lingkungan. Karena itulah kami tertarik menjadikan topik ini sebagai bahasan karya ilmiah sederhana yang akan kami tulis.Tulislah : a) Judul yang sesuai jika ditulis menjadi karya ilmiah! b) Perumusan masalah!
Jawaban:
a. Banyaknya sepeda motor berdampak merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya
b. Banyaknya penggunaan penduduk tidak memerhatikan lingkungan sehingga merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya. karena itu, banyaknya para ahli lingkungan menjadikan permasalahan ini sebagai bahan karya ilmiah yang akan ditulis
6. Bacalah dengan cermat wacana di bawah ini, kemudian tentukan judul yang tepat bagi wacana tersebut dan buat ringkasan/ikhtisarnya. Bacaan Dalam budaya modern ini, remaja dihadapkan pada berbagai tantangan untuk melakukan hal-hal kreatif. Salah satu tantangan itu adalah membiasakan diri menulis, baik karya ilmiah popular maupun karya kreatif (fiksi). Ini perlu dilakukan untuk menghindari anggapan bahwa bangsa kita adalah kumpulan masyarakat yang lebih gemar menonton, ngerumpi, dan asing terhadap kebiasaan menulis. Padahal kebiasaan menulis akan membuat kita lebih kritis. Untuk bisa menulis, kita dituntut menemukan ide baru dan meningkatkan kemampuan dalam memahami segala sesuatu di sekitar kita. Setidaknya ada enam manfaat yang bisa dipetik dari kebiasaan menulis; pertama, sebagai sarana untuk mengungkapkan diri; kedua, untuk meningkatkan pemahaman terhadap sesuatu; ketiga, untuk melahirkan/mengungkapkan kepercayaan diri; keempat, untuk meningkatkan kesadaran atas lingkungan; kelima, untuk menumbuhkan semangat agar selalu memperbaiki diri, dan; keenam, untuk memperbaiki kemampuan dalam menggunakan bahasa atau menguasai unsur-unsur kebahasaan. Dengan kata lain, melalui aktivitas menulis kita dapat mengungkapkan segala sesuatu yang kita rasakan atau pikirkan, bersedia membuka diri dengan bertanya kepada teman, guru pembimbing atau datang ke perpustakaan untuk memperoleh sumber-sumber bacaan. Banyak orang beranggapan bahwa hal tersulit dalam menulis adalah saat memulai, memikirkan apa yang akan ditulis, dan bagaimana harus menuliskannya. Menentukan apa yang akan ditulis sesungguhnya tidak terlalu sulit karena banyak hal yang bisa kita jadikan bahan tulisan. Dengan kata lain, menulis sesungguhnya adalah upaya mengekspresikan apa yang kita lihat, alami, rasakan, dan pikirkan ke dalam bahasa tulis. Tentu saja untuk menyajikan tulisan yang bagus, kita harus memilih bahan yang bagus pula, tidak boleh asal-asalan. Bahan-bahan yang bagus itu bisa kita dapatkan dengan “menggumuli’ berbagai teks kehidupan yang begitu luas dan beragam, seperti teks bacaan atau literatur (buku, Koran,/majalah, jurnal, internet). Selain itu, mungkin saja bahan tulisan itu berasal dari kejadian atau peristiwa yang kita alami dan rasakan. Berdasarkan teks kehidupan yang sangat beragam tersebut, kita dapat menemukan ide, gagasan, inspirasi untuk membuat sebuah tulisan. Nah, dari sinilah sesungguhnya proses kreatif (menulis) itu di mulai.
manfaat bila kita mempunyai kebiasaan menulis atau membaca
7. banyaknya penggunaan kendaraan bermotor yang mengesampingkan perhatian terhadap bagi lingkungan secara perlahan namun pasti pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya " para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang besar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat polusi dari asap kendaraan bermotor yang telah berkembang pesat ini. " (Bapeda, 1998) kendaraan bermotor kini merupakan hal yang sangat lazim kita saksikan di sepanjang jalan Raya. mulai dari kendaraan roda dua sampai roda empat, mulai dari kendaraan umum sampai kendaraan pribadi. tentunya kendaraan bermotor ini mengeluarkan asap yang mengandung CO2, yaitu hasil pembakaran yang tidak sempurna sehingga dapat mengganggu proses pernafasan. disamping itu, asap kendaraan bermotor juga dapat menyebabkan polusi udara yang sangat mencemari dan merusak lingkungan. karena itulah kamis tertarik menjadikan topik ini sebagai bahasan karya ilmiah sederhana tulislah : a. judul sesuai jika di tulis menjadi karya ilmiah b. perumusan masalah
a. keahlian lingkungan
b. kamis tertarik menjadikan topik ini sebagai bahasan karya ilmiah sederhana
8. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia seperti tergoncang dengan adanya virus yang mewabah, yang merambah seluruh aspek kehidupan. Manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berkumpul yang selalu berinteraksi dengan sesama, yang tidak bisa hidup sendiri dan sangat membutuhkan peran orang lain, yang selalu membentuk pengelompokan sosial diantara sesama, yang memerlukan adanya organisasi, yang tidak pernah bisa dipisahkan dari kelompok-kelompok sosial kini harus dipaksakan untuk menutup diri bahkan mengasingkan diri dari lingkungan masyarakat, tetangga, pertemanan bahkan lingkungan pengabdiannya hanya karena virus yang menyerang. Lengkapi latar belakang karya tulis ilmiah tersebut sesuai tema yang telah ditentukan!
Jawaban:
jadilah temanku tolong beritahu
9. 18. Kalimat batasan masalah yang tepatdigunakan dalam sebuah karya ilmiahadalah ....a. Penulis membahas peranan orangtua bagi remaja dalam situasi bebasdi zaman modern ini.b. Penulis mengemukakan masalahperanan orang tua bagi remaja dalamkehidupan sehari-hari.C.Tulisan membahas masalahkependudukan ditinjau dari segipopulasi dan geografis saja.d. Di sini kami mengemukakan masalahyang berkaitan dengan masyarakatdan lingkungan di zaman modernsekarange. Pembicaraan penulis tentanglingkungan akan diuraikan lebihterperinci pada bagian lain dalamkarya tulis ini.
Jawaban:
C. Tulisan membahas masalah
kependudukan ditinjau dari segi
populasi dan geografis saja.
Penjelasan:
maaf kalo salah
10. Apakah tujuan secara umum dibuatnya proposal?Cermati penggalan proposal berikut!Menurut Sudibyo (2014), jurnalisme lingkungan memiliki ciri mengintegrasikan interaksi yang salberkaitan antara berbagai komponen factor yang memengaruhi lingkungan hidup dengan fokus utamaterhadap dampak negatifnya. Jurnalisme lingkungan merupakan cara jurnalistik yang mengedepankarproblem lingkungan yang berpihak kepada keberlangsungan lingkungan hidup.Tentukan penggalan bagian proposal penelitian tersebut!Sebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melengkapi informasi sebuah proposal!Jelaskan tahap mengembangkan sistematika dalam penyusunan karya tulis ilmiah!Buatlah latar belakang masalah berdasarkan judul karya ilmiah berikut!Judul Bahaya Internet bagi Remaja
Jawaban:
1.untuk menawarkan barang,untuk mengajukan program kerja,untuk mencari sponsor,untuk meminta persetujuan
2.metode penelitian
3.susunannya,kelengkapannya,kepentingannya,kesesuaiannya,kejelasannya
4.
5.seiring berkembangnya teknologi,banyak orang yang terkena dampaknya,kusus nya pada remaja yang kurang bisa mengontrol penggunaan dalam internet hal ini bisa membahayakan
11. 2. Bacalah dengan cermat wacana di bawah ini, kemudian tentukan judul yang tepat bagi wacana tersebut dan buat ringkasan/ikhtisarnya. Bacaan Dalam budaya modern ini, remaja dihadapkan pada berbagai tantangan untuk melakukan hal-hal kreatif. Salah satu tantangan itu adalah membiasakan diri menulis, baik karya ilmiah popular maupun karya kreatif (fiksi). Ini perlu dilakukan untuk menghindari anggapan bahwa bangsa kita adalah kumpulan masyarakat yang lebih gemar menonton, ngerumpi, dan asing terhadap kebiasaan menulis. Padahal kebiasaan menulis akan membuat kita lebih kritis. Untuk bisa menulis, kita dituntut menemukan ide baru dan meningkatkan kemampuan dalam memahami segala sesuatu di sekitar kita. Setidaknya ada enam manfaat yang bisa dipetik dari kebiasaan menulis; pertama, sebagai sarana untuk mengungkapkan diri; kedua, untuk meningkatkan pemahaman terhadap sesuatu; ketiga, untuk melahirkan/mengungkapkan kepercayaan diri; keempat, untuk meningkatkan kesadaran atas lingkungan; kelima, untuk menumbuhkan semangat agar selalu memperbaiki diri, dan; keenam, untuk memperbaiki kemampuan dalam menggunakan bahasa atau menguasai unsur-unsur kebahasaan. Dengan kata lain, melalui aktivitas menulis kita dapat mengungkapkan segala sesuatu yang kita rasakan atau pikirkan, bersedia membuka diri dengan bertanya kepada teman, guru pembimbing atau datang ke perpustakaan untuk memperoleh sumber-sumber bacaan. Banyak orang beranggapan bahwa hal tersulit dalam menulis adalah saat memulai, memikirkan apa yang akan ditulis, dan bagaimana harus menuliskannya. Menentukan apa yang akan ditulis sesungguhnya tidak terlalu sulit karena banyak hal yang bisa kita jadikan bahan tulisan. Dengan kata lain, menulis sesungguhnya adalah upaya mengekspresikan apa yang kita lihat, alami, rasakan, dan pikirkan ke dalam bahasa tulis. Tentu saja untuk menyajikan tulisan yang bagus, kita harus memilih bahan yang bagus pula, tidak boleh asal-asalan. Bahan-bahan yang bagus itu bisa kita dapatkan dengan “menggumuli’ berbagai teks kehidupan yang begitu luas dan beragam, seperti teks bacaan atau literatur (buku, Koran,/majalah, jurnal, internet). Selain itu, mungkin saja bahan tulisan itu berasal dari kejadian atau peristiwa yang kita alami dan rasakan. Berdasarkan teks kehidupan yang sangat beragam tersebut, kita dapat menemukan ide, gagasan, inspirasi untuk membuat sebuah tulisan. Nah, dari sinilah sesungguhnya proses kreatif (menulis) itu di mulai.
Kenapa remaja harus menulismikir mantan besok mau nikah
12. Bacalah dengan cermat wacana di bawah ini, kemudian tentukan judul yang tepat bagi wacana tersebut dan buat ringkasan/ikhtisarnya. Bacaan Dalam budaya modern ini, remaja dihadapkan pada berbagai tantangan untuk melakukan hal-hal kreatif. Salah satu tantangan itu adalah membiasakan diri menulis, baik karya ilmiah popular maupun karya kreatif (fiksi). Ini perlu dilakukan untuk menghindari anggapan bahwa bangsa kita adalah kumpulan masyarakat yang lebih gemar menonton, ngerumpi, dan asing terhadap kebiasaan menulis. Padahal kebiasaan menulis akan membuat kita lebih kritis. Untuk bisa menulis, kita dituntut menemukan ide baru dan meningkatkan kemampuan dalam memahami segala sesuatu di sekitar kita. Setidaknya ada enam manfaat yang bisa dipetik dari kebiasaan menulis; pertama, sebagai sarana untuk mengungkapkan diri; kedua, untuk meningkatkan pemahaman terhadap sesuatu; ketiga, untuk melahirkan/mengungkapkan kepercayaan diri; keempat, untuk meningkatkan kesadaran atas lingkungan; kelima, untuk menumbuhkan semangat agar selalu memperbaiki diri, dan; keenam, untuk memperbaiki kemampuan dalam menggunakan bahasa atau menguasai unsur-unsur kebahasaan. Dengan kata lain, melalui aktivitas menulis kita dapat mengungkapkan segala sesuatu yang kita rasakan atau pikirkan, bersedia membuka diri dengan bertanya kepada teman, guru pembimbing atau datang ke perpustakaan untuk memperoleh sumber-sumber bacaan. Banyak orang beranggapan bahwa hal tersulit dalam menulis adalah saat memulai, memikirkan apa yang akan ditulis, dan bagaimana harus menuliskannya. Menentukan apa yang akan ditulis sesungguhnya tidak terlalu sulit karena banyak hal yang bisa kita jadikan bahan tulisan. Dengan kata lain, menulis sesungguhnya adalah upaya mengekspresikan apa yang kita lihat, alami, rasakan, dan pikirkan ke dalam bahasa tulis. Tentu saja untuk menyajikan tulisan yang bagus, kita harus memilih bahan yang bagus pula, tidak boleh asal-asalan. Bahan-bahan yang bagus itu bisa kita dapatkan dengan “menggumuli’ berbagai teks kehidupan yang begitu luas dan beragam, seperti teks bacaan atau literatur (buku, Koran,/majalah, jurnal, internet). Selain itu, mungkin saja bahan tulisan itu berasal dari kejadian atau peristiwa yang kita alami dan rasakan. Berdasarkan teks kehidupan yang sangat beragam tersebut, kita dapat menemukan ide, gagasan, inspirasi untuk membuat sebuah tulisan. Nah, dari sinilah sesungguhnya proses kreatif (menulis) itu di mulai.
Buang kebiasaan lama yang tidak bermanfa'at'
Buat kebiasaan baru yang lebih bermanfaat
13. Kalimat permintaan saran yang tepat dalam kata pengantar karya ilmiah adalah .. . a. Laut Indonesia merupakan kekayaan alam yang harus dijaga. Laut merupakan sumber kehidupan bagi manusia. b. Akibat penangkapan ikan dengan bahan peledak, air laut menjadi tercemar. Penangkapan ikan dengan bahan peledak juga menyebabkan ekosistem laut makin rusak. c. Dalam penulisan karya tulis ini, penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber. Kemudian, penulis menuliskannya kembali dengan bahasa yang baik dan benar. d. Karya tulis ini penulis persembahkan untuk para penggiat lingkungan laut yang ada di seluruh Indonesia. Kita harus berperan serta menjaga kelestarian ekosistem laut Indonesia. e. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya karya tulis ini. Penulis meminta kritik dan saran apabila terdapat kekurangan dalam karya ilmiah ini.
Jawaban:
e.penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak² yanh telah membantu terselesaikanya karya tulis ini.penulis meminta kritik dan saran apabila terdapat kekurangan dalam karya ilmiah ini
14. 23. Perhatikan kerangka karya ilmiah berikut!1. Latar Belakang MasalahMasalah lingkungan hidup di IndonesiaII. Rumusan Masalah1. Masalah apa yang terjadi pada ling-kungan hidup?2. Apa penyebab dan dampak yangditimbulkan dari masalah lingkunganhidup?3. Bagaimana upaya yang dapat dilaku-kan untuk mengatasi masalah ling-kungan hidup?Berdasarkan kerangka karangan tersebut,tujuan penulisan karya ilmiah yang tepatadalaha. Mengetahui masalah-masalah yang terja-di pada lingkungan hidup dan upayayang dapat dilakukan untuk mengatasimasalah tersebutb. Mengetahui manfaat hutan kota bagimasyarakatc. Mengetahui sumber daya alam yang adadi Indonesiad. Mengetahuifaktor-faktoryang memenga-ruhi lingkungan yang sehate. Mengetahui komponen lingkunganbiotik dan abiotik
Jawaban:
a.mengetahui masalah-masalah yang terjadi padaa lingkungan dan upaya mengatasi masalah tersebut
15. Bacalah dengan cermat wacana di bawah ini, kemudian tentukan judul yang tepat bagi wacana tersebut dan buat ringkasan/ikhtisarnya. Bacaan Dalam budaya modern ini, remaja dihadapkan pada berbagai tantangan untuk melakukan hal-hal kreatif. Salah satu tantangan itu adalah membiasakan diri menulis, baik karya ilmiah popular maupun karya kreatif (fiksi). Ini perlu dilakukan untuk menghindari anggapan bahwa bangsa kita adalah kumpulan masyarakat yang lebih gemar menonton, ngerumpi, dan asing terhadap kebiasaan menulis. Padahal kebiasaan menulis akan membuat kita lebih kritis. Untuk bisa menulis, kita dituntut menemukan ide baru dan meningkatkan kemampuan dalam memahami segala sesuatu di sekitar kita. Setidaknya ada enam manfaat yang bisa dipetik dari kebiasaan menulis; pertama, sebagai sarana untuk mengungkapkan diri; kedua, untuk meningkatkan pemahaman terhadap sesuatu; ketiga, untuk melahirkan/mengungkapkan kepercayaan diri; keempat, untuk meningkatkan kesadaran atas lingkungan; kelima, untuk menumbuhkan semangat agar selalu memperbaiki diri, dan; keenam, untuk memperbaiki kemampuan dalam menggunakan bahasa atau menguasai unsur-unsur kebahasaan. Dengan kata lain, melalui aktivitas menulis kita dapat mengungkapkan segala sesuatu yang kita rasakan atau pikirkan, bersedia membuka diri dengan bertanya kepada teman, guru pembimbing atau datang ke perpustakaan untuk memperoleh sumber-sumber bacaan. Banyak orang beranggapan bahwa hal tersulit dalam menulis adalah saat memulai, memikirkan apa yang akan ditulis, dan bagaimana harus menuliskannya. Menentukan apa yang akan ditulis sesungguhnya tidak terlalu sulit karena banyak hal yang bisa kita jadikan bahan tulisan. Dengan kata lain, menulis sesungguhnya adalah upaya mengekspresikan apa yang kita lihat, alami, rasakan, dan pikirkan ke dalam bahasa tulis. Tentu saja untuk menyajikan tulisan yang bagus, kita harus memilih bahan yang bagus pula, tidak boleh asal-asalan. Bahan-bahan yang bagus itu bisa kita dapatkan dengan “menggumuli’ berbagai teks kehidupan yang begitu luas dan beragam, seperti teks bacaan atau literatur (buku, Koran,/majalah, jurnal, internet). Selain itu, mungkin saja bahan tulisan itu berasal dari kejadian atau peristiwa yang kita alami dan rasakan. Berdasarkan teks kehidupan yang sangat beragam tersebut, kita dapat menemukan ide, gagasan, inspirasi untuk membuat sebuah tulisan. Nah, dari sinilah sesungguhnya proses kreatif (menulis) itu di mulai.
membiasakan diri untuk menulis
Posting Komentar untuk "Karya Tulis Ilmiah Tentang Lingkungan Hidup"